Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Integritas Pengawasan, Bawaslu Ogan Ilir Maknai Apel Senin sebagai Jembatan Pelayanan Masyarakat

Apel

Pelaksanaan Apel pagi pada Senin 26 Januari 2026 dipimpin oleh Ketua Bawaslu Dewi Alhikmah Wati.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ogan Ilir menggelar apel rutin pada Senin pagi, 26 Januari 2026. Bertempat di halaman kantor Bawaslu Ogan Ilir, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Ogan Ilir, Dewi Alhikmah Wati, dan diikuti oleh seluruh jajaran  staf sekretariat. Dalam amanatnya, Dewi Alhikmah Wati menekankan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas seremonial untuk menggugurkan kewajiban absensi. Ia menegaskan bahwa setiap detak jam kerja staf Bawaslu harus selaras dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang telah diatur dalam undang-undang.

Dewi mengingatkan para staf bahwa profesionalisme dalam administrasi dan ketajaman dalam pengawasan lapangan adalah dua pilar yang tidak bisa dipisahkan.

"Staf Bawaslu bukan hanya administrator, melainkan penjaga gawang demokrasi. Setiap laporan yang masuk dan setiap pengawasan yang dilakukan harus dikelola dengan integritas tinggi. Jangan ada penundaan pekerjaan, karena keadilan pemilu bergantung pada kecepatan dan ketepatan kinerja kita," tegas Dewi di hadapan peserta apel.

Beliau juga menambahkan bahwa disiplin yang dipupuk melalui apel pagi adalah cerminan dari kesiapan staf dalam menghadapi dinamika politik di Kabupaten Ogan Ilir yang kian kompleks.

Apel 3

Penerapan disiplin dan penguatan Tupoksi ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Masyarakat Ogan Ilir menjadi pihak yang paling diuntungkan melalui:

  1. Kepastian Hukum: Respon cepat staf terhadap aduan masyarakat memastikan sengketa atau pelanggaran pemilu segera ditangani.

  2. Transparansi Informasi: Staf yang memahami Tupoksi akan lebih komunikatif dalam memberikan informasi edukatif terkait hak-hak pilih masyarakat.

  3. Kualitas Demokrasi: Dengan pengawasan yang ketat dan profesional, suara rakyat Ogan Ilir terjaga dari praktik kecurangan seperti politik uang atau manipulasi data.

 

 

Penulis : Ikasari