Maknai Isra Mikraj, Bawaslu Ogan Ilir Perkuat Semangat Amar Ma'ruf Nahi Munkar untuk Cegah Pelanggaran Pemilu
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ogan Ilir berkomitmen meningkatkan integritas pengawasan dengan mengadopsi nilai-nilai spiritual usai memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. Semangat amar ma’ruf nahi munkar (mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran) kini dijadikan landasan utama untuk mencegah pelanggaran, baik pada masa non-tahapan maupun tahapan Pemilu yang sedang berjalan.
Ketua Bawaslu Ogan Ilir menyatakan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum penguatan mental bagi para pengawas. Dalam konteks Pemilu, amar ma’ruf diterjemahkan sebagai upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara benar. Sementara itu, nahi munkar diwujudkan melalui ketegasan dalam mencegah serta menindak praktik politik uang, hoaks, dan pelanggaran netralitas ASN.
“Semangat Isra Mikraj mengajarkan kita tentang kedisiplinan dan kepatuhan. Kami ingin jajaran pengawas memiliki keteguhan hati dalam mencegah ‘kemungkaran’ demokrasi, yakni pelanggaran aturan Pemilu,” ujar Ketua Bawaslu Ogan Ilir dalam arahannya.
Langkah konkret yang diambil Bawaslu Ogan Ilir meliputi:
Pencegahan Dini: Mengutamakan imbauan kepada peserta Pemilu agar tidak melanggar aturan sebelum penindakan dilakukan.
Patroli Pengawasan: Meningkatkan intensitas pengawasan di tingkat desa dan kecamatan untuk memastikan tidak ada celah pelanggaran.
Pendekatan Humanis: Mengajak tokoh agama dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.
Dengan mengintegrasikan nilai religius ke dalam tugas pengawasan, Bawaslu Ogan Ilir berharap dapat meminimalkan potensi konflik dan kecurangan. Hal ini bertujuan agar proses demokrasi di Bumi Caram Seguguk dapat berjalan dengan damai serta bermartabat.
Penulis : Ikasari