Lompat ke isi utama

Berita

Peduli di Tengah Apatisme, Anak Muda Ogan Ilir Ambil Peran Menjaga Demokrasi

p2p

Di tengah maraknya anggapan bahwa urusan demokrasi dan pemilu hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara maupun peserta pemilu, masih ada sekelompok anak muda yang memilih untuk mengambil peran. Mereka datang dari latar belakang yang berbeda-beda, membawa pengalaman, pandangan, dan harapan yang beragam, namun dipertemukan oleh satu kesamaan: kepedulian terhadap masa depan demokrasi.

Peserta Program Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir terdiri dari mahasiswa, aktivis organisasi kepemudaan, pegiat komunitas, hingga masyarakat yang memiliki perhatian terhadap isu-isu sosial dan demokrasi. Sebagian besar bahkan belum pernah terlibat secara langsung dalam kegiatan pengawasan pemilu sebelumnya.

Bagi mereka, keterlibatan dalam pengawasan partisipatif bukan semata-mata tentang memahami aturan kepemiluan, melainkan tentang mengambil bagian dalam menjaga ruang demokrasi agar tetap sehat dan berjalan sesuai prinsip keadilan. Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya sikap apatis terhadap isu-isu publik, para peserta justru menunjukkan bahwa masih banyak generasi muda yang memilih untuk peduli.

Semangat tersebut terlihat dari berbagai gagasan yang muncul selama kegiatan berlangsung. Sejumlah peserta berkomitmen untuk menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada lingkungan sekitar, baik melalui organisasi kemahasiswaan, komunitas kepemudaan, maupun media sosial. Ada pula yang berencana membangun diskusi-diskusi kecil mengenai demokrasi dan pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat.

Bagi Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir, lahirnya komitmen tersebut menjadi nilai penting yang melampaui pelaksanaan kegiatan itu sendiri. Sebab keberhasilan pengawasan partisipatif tidak hanya diukur dari jumlah peserta yang hadir, melainkan dari tumbuhnya kesadaran dan keberanian masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengawal proses demokrasi.

Pada akhirnya, demokrasi membutuhkan lebih dari sekadar aturan dan lembaga. Demokrasi membutuhkan warga negara yang peduli. Melalui para peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026, harapan itu tampak tumbuh dari berbagai sudut Kabupaten Ogan Ilir, dibawa oleh generasi muda yang memilih untuk tidak menjadi penonton, melainkan turut mengambil bagian dalam menjaga kualitas demokrasi di daerahnya.