Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Ogan Ilir Hadiri Bedah Buku Strategis Perkuat Demokrasi Elektoral di Universitas Sriwijaya

bedah buku

PALEMBANG – Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir menghadiri kegiatan Bedah Buku bertajuk "Peran Strategis Bawaslu dalam Memperkuat Demokrasi Elektoral" yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri). Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi wadah penguatan kapasitas bagi pengawas pemilu dalam menghadapi dinamika demokrasi di Indonesia.

Buku yang menjadi pusat pembahasan ini merupakan karya dari Dr. Puadi, S.Pd., M.M., yang menjabat sebagai Anggota Bawaslu Republik Indonesia. Kehadiran beliau secara langsung sebagai narasumber memberikan bobot akademis dan praktis yang mendalam mengenai bagaimana pengawasan pemilu seharusnya bertransformasi demi menjaga integritas kedaulatan rakyat.

Sinergi Akademis dan Pengawasan
Selain Dr. Puadi, hadir pula Dr. Ahmad Naafi, S.H., M.Kn., Anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, yang juga memberikan perspektif mendalam mengenai implementasi pengawasan di tingkat daerah. Sinergi antara Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, dan akademisi dari Universitas Sriwijaya ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan segar dalam memitigasi pelanggaran pemilu.

zoom beda buku

Ketua Bawaslu Ogan Ilir menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan untuk memperkuat fondasi hukum dan strategi pengawasan di lapangan.

"Bedah buku ini memberikan pandangan baru mengenai peran strategis kita. Bukan sekadar mengawasi, tetapi bagaimana kita menjadi pilar yang kokoh dalam menjaga demokrasi elektoral yang bersih dan adil," ujarnya di sela-sela acara.

Poin Utama Bedah Buku
Dalam diskusi tersebut, beberapa poin strategis yang dibahas meliputi:

Transformasi Pengawasan: Menggeser paradigma dari pengawasan konvensional menuju pengawasan yang berbasis pencegahan dan data.

Integritas Kelembagaan: Pentingnya menjaga independensi Bawaslu di tengah tekanan politik.

Kolaborasi Publik: Mendorong partisipasi masyarakat dan civitas akademika dalam mengawal setiap tahapan pemilu.

Kegiatan yang digagas oleh Fakultas Hukum Unsri ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan foto bersama sebagai simbol kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan institusi pendidikan dalam mengawal masa depan demokrasi Indonesia.