20 Peserta Ikuti P2P Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir
|
Indralaya, Bawaslu Ogan Ilir. Sebanyak 20 peserta mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar Bawaslu Ogan Ilir pada Rabu (3/6/2026) di Kantor Bawaslu Ogan Ilir. Sebagai salah satu program prioritas nasional, P2P ini menjadi wadah untuk mencetak kader-kader pengawas di lingkup masyarakat.
Ketua Bawaslu Ogan Ilir, Dewi Alhikmah Wati, menjelaskan, dalam melakukan pengawasan pemilu maupun pemilihan, tidak cukup jika Bawaslu sendiri, untuk itu diperlukan peran masyarakat untuk turut melakukan pengawasan. "Dan nantinya peserta P2P ini diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dari Bawaslu Ogan Ilir dalam melakukan pengawasan," jelas Dewi.
Lebih lanjut Dewi menerangkan, pengawasan dapat dilakukan saat tahapan pemilu maupun pemilihan nanti, namun juga bisa dilakukan di masa non tahapan saat ini. "Saat ini fokus pada pengawasan data pemilih berkelanjutan.
Turut hadir Anggota Bawaslu Sumatera Selatan, Massuryati, yang menjadi keynote speaker dalam acara ini. Massuryati menjelaskan, Bawaslu Ogan Ilir melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pengawas partisipatif. "Peran pengawas partisipatif ini sangat penting pada saat pemilu maupun pemilihan. Nantinya bisa melapor ke Bawaslu jika adanya dugaan pelanggaran," jelas Massuryati.
Ia sangat mengapresiasi generasi muda yang ikut berpartisipasi mengikuti seleksi P2P ini. "Banyak ilmu yang didapat dari kegiatan P2P ini. Ilmu yang didapat harus bergerak, berfungsi, dan disebarluaskan.
Ia mencontohkan pada saat sekarang, peran peserta pengawas partisipatif ini bisa dengan melaporkan jika terdapat keluarga yang sudah meninggal atau yang baru berusia 17 tahun. "Jadinya, para peserta setelah pulang dari kegiatan P2P ini sudah melebarkan sayap. Bukan lagi sebagai pemilih biasa tetapi sebagai yang ikut turun mengawasi," pungkasnya.
Acara yang dibuka langsung oleh Massuryati ini juga dihadiri Anggota Bawaslu Ogan Ilir, Muhammad Uzer dan Lily Oktayanti serta Kepala Sekretariat Bawaslu Ogan Ilir, Yusman Ali. Adapun 20 peserta P2P ini terdiri dari mahasiswa, anggota PKK, serta organisasi kemasyarakatan yang telah mengikuti seleksi yang digelar oleh Bawaslu Ogan Ilir beberapa waktu lalu.